tangan di infus di rumah sakit
Tangan Di Infus di Rumah Sakit: A Comprehensive Guide
Pemandangan infus (IV), sebuah tabung yang dihubungkan ke kantong berisi cairan dan dimasukkan ke pembuluh darah di tangan, adalah hal yang umum di rumah sakit. Meskipun tampak sederhana, proses pemasangan dan pemeliharaan infus melibatkan banyak pertimbangan, mulai dari pemilihan kateter yang tepat hingga pemantauan berkelanjutan terhadap tempat infus. Artikel ini menyelidiki seluk-beluk terapi IV di rumah sakit, dengan fokus khusus pada tangan sebagai tempat pemasangan pilihan.
Mengapa Tangan? Seleksi dan Aksesibilitas Vena
Tangan adalah tempat yang sering dan sering dipilih untuk pemasangan IV karena beberapa faktor. Pertama, vena di tangan, khususnya vena metakarpal dorsal, mudah diakses dan terlihat. Hal ini memungkinkan profesional medis untuk dengan mudah menemukan dan menusuk vena, sehingga meningkatkan kemungkinan keberhasilan penempatan kateter pada upaya pertama. Berkurangnya upaya berarti berkurangnya ketidaknyamanan bagi pasien dan penggunaan waktu keperawatan yang efisien.
Kedua, sifat dangkal vena ini mengurangi risiko tusukan yang tidak disengaja pada struktur yang lebih dalam seperti arteri atau saraf, yang merupakan kekhawatiran saat memasukkan infus ke vena yang lebih besar seperti di lengan. Meskipun laju aliran di vena tangan mungkin lebih rendah dibandingkan dengan vena yang lebih besar, seringkali cukup untuk memberikan obat dan cairan yang tidak memerlukan infus cepat.
Ketiga, kenyamanan pasien menjadi pertimbangan. Meskipun pemasangan infus apa pun dapat menyebabkan ketidaknyamanan ringan, tangan umumnya tidak terlalu membatasi dibandingkan lengan, sehingga memungkinkan rentang gerakan yang lebih luas. Hal ini sangat penting bagi pasien yang perlu melakukan ambulasi atau melakukan tugas sehari-hari saat menerima terapi IV.
Namun, tangan tidak selalu merupakan pilihan ideal. Faktor-faktor seperti usia pasien, kondisi pembuluh darahnya (kerapuhan, jaringan parut), jenis obat yang diberikan, dan durasi terapi IV dapat mempengaruhi keputusan. Pasien dengan pembuluh darah yang rapuh, sering terlihat pada orang lanjut usia atau mereka yang menjalani kemoterapi, mungkin memerlukan pembuluh darah yang lebih besar di lengan untuk meminimalkan risiko pecahnya pembuluh darah. Demikian pula, obat-obatan yang mengiritasi pembuluh darah (vesicant) paling baik diberikan melalui pembuluh darah yang lebih besar dan terletak di pusat untuk mengurangi kemungkinan flebitis (radang pembuluh darah).
Proses Penyisipan IV: Panduan Langkah demi Langkah
Proses memasukkan infus ke tangan melibatkan kepatuhan ketat terhadap teknik aseptik untuk mencegah infeksi. Biasanya mengikuti langkah-langkah berikut:
-
Persiapan: Penyedia layanan kesehatan pertama-tama akan menjelaskan prosedurnya kepada pasien dan mendapatkan persetujuan. Mereka kemudian akan mengumpulkan perlengkapan yang diperlukan, termasuk kateter IV dengan ukuran yang sesuai, larutan antiseptik (biasanya klorheksidin atau yodium), tourniquet, sarung tangan steril, pembalut transparan, dan selotip.
-
Seleksi Vena: Penyedia layanan kesehatan akan memeriksa dan meraba vena di tangan pasien secara visual untuk mengidentifikasi vena yang cocok. Mereka akan mencari vena yang lurus, mudah teraba, dan tidak dekat dengan sendi.
-
Aplikasi Tourniquet: Tourniquet dipasang beberapa inci di atas lokasi penyisipan untuk melebarkan vena, membuatnya lebih terlihat dan lebih mudah diakses. Tourniquet harus cukup ketat untuk menghambat aliran balik vena tetapi tidak menghalangi aliran arteri.
-
Persiapan Kulit: Tempat penyisipan dibersihkan secara menyeluruh dengan larutan antiseptik menggunakan gerakan maju mundur selama minimal 30 detik. Solusinya dibiarkan kering sepenuhnya sebelum melanjutkan. Ini adalah langkah penting dalam mencegah infeksi aliran darah terkait kateter (CRBSI).
-
Penyisipan Kateter: Dengan mengenakan sarung tangan steril, penyedia layanan kesehatan akan menjaga kulit tetap kencang di bawah tempat pemasangan dan memasukkan kateter IV ke dalam vena dengan sudut yang dangkal (biasanya 10-30 derajat). Setelah darah diamati di ruang kilas balik kateter, sudutnya diratakan, dan kateter dimasukkan lebih jauh ke dalam vena.
-
Stabilisasi dan Dressing: Stylet (jarum tajam di dalam kateter) kemudian ditarik, dan kateter dimasukkan seluruhnya ke dalam vena. Tourniquet dilepaskan, dan selang IV dihubungkan ke hub kateter. Tempat penyisipan kemudian distabilkan dengan balutan transparan dan selotip untuk mencegah copotnya.
-
Pembilasan dan Pemantauan: Saluran infus dibilas dengan larutan garam steril untuk memastikan patensinya (saluran tersebut terbuka dan mengalir bebas) dan untuk memeriksa tanda-tanda infiltrasi (kebocoran cairan ke jaringan sekitarnya). Situs penyisipan dipantau untuk melihat tanda-tanda kemerahan, bengkak, nyeri, atau drainase.
Potensi Komplikasi dan Penatalaksanaannya
Meskipun terapi IV umumnya aman, komplikasi dapat terjadi. Beberapa komplikasi umum yang terkait dengan infus di tangan meliputi:
-
Infiltrasi: Hal ini terjadi ketika cairan infus bocor keluar dari vena dan masuk ke jaringan sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan rasa dingin di tempat penyisipan. Perawatan melibatkan penghentian infus, meninggikan anggota tubuh yang terkena, dan memberikan kompres hangat atau dingin.
-
Radang urat darah: Ini adalah peradangan pada vena, ditandai dengan kemerahan, nyeri, hangat, dan teraba tali di sepanjang vena. Flebitis dapat disebabkan oleh iritasi pada kateter IV atau obat yang diinfus. Perawatan termasuk menghentikan infus, memberikan kompres hangat, dan memberikan analgesik untuk menghilangkan rasa sakit.
-
Tromboflebitis: Ini adalah peradangan vena yang disertai bekuan darah. Hal ini mirip dengan flebitis tetapi mungkin juga melibatkan pembengkakan dan nyeri tekan. Perawatan mungkin melibatkan antikoagulan untuk mencegah pembentukan bekuan lebih lanjut.
-
Infeksi: Infeksi pada tempat pemasangan IV dapat terjadi jika teknik aseptik yang tepat tidak diikuti. Tanda-tanda infeksi termasuk kemerahan, bengkak, nyeri, drainase, dan demam. Perawatan melibatkan penghentian infus, kultur situs, dan pemberian antibiotik.
-
Hematoma: Ini adalah kumpulan darah di luar vena, yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah saat dimasukkan. Ini dapat menyebabkan memar, bengkak, dan nyeri. Perawatan melibatkan pemberian tekanan pada area tersebut, mengangkat anggota tubuh, dan memberikan kompres dingin.
-
Kerusakan Saraf: Meski jarang terjadi, kerusakan saraf dapat terjadi jika kateter IV dimasukkan terlalu dalam atau jika letak vena dekat dengan saraf. Gejalanya mungkin berupa nyeri, mati rasa, atau kesemutan di tangan atau lengan.
Pemantauan dan Pemeliharaan Berkelanjutan
Setelah infus dipasang, pemantauan dan pemeliharaan berkelanjutan diperlukan untuk mencegah komplikasi. Perawat secara teratur menilai tempat pemasangan untuk mencari tanda-tanda infiltrasi, flebitis, atau infeksi. Mereka juga membilas saluran infus secara berkala untuk menjaga patensi dan mencegah pembekuan. Perban transparan diganti berdasarkan kebijakan rumah sakit, biasanya setiap 72-96 jam, atau lebih cepat jika kotor atau longgar.
Edukasi pasien juga penting. Pasien diinstruksikan untuk segera melaporkan rasa sakit, bengkak, kemerahan, atau drainase di tempat pemasangan ke perawat mereka. Mereka juga disarankan untuk menghindari gerakan berlebihan pada tangan atau lengan dengan infus untuk mencegah copotnya.
Memilih Ukuran Kateter yang Tepat
Ukuran kateter IV diukur dalam satuan gauge (G), dengan angka yang lebih kecil menunjukkan kateter yang lebih besar. Pilihan ukuran kateter bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia pasien, ukuran pembuluh darah, dan jenis cairan atau obat yang diberikan.
-
24G (Kuning): Ini adalah ukuran kateter terkecil dan biasanya digunakan untuk bayi, anak-anak, dan pasien lanjut usia dengan pembuluh darah rapuh. Sangat cocok untuk infus cairan dan obat-obatan secara perlahan.
-
22G (Biru): Ini adalah ukuran kateter yang umum digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak. Sangat cocok untuk sebagian besar infus cairan dan obat-obatan rutin.
-
20G (Merah Muda): Ukuran kateter ini digunakan untuk transfusi darah dan infus cairan secara cepat. Ini juga cocok untuk memberikan obat-obatan yang mengiritasi pembuluh darah.
-
18G (Hijau): Ini adalah ukuran kateter yang lebih besar yang digunakan untuk resusitasi cairan dan transfusi darah dengan cepat. Biasanya digunakan dalam situasi darurat.
-
16G (Abu-abu): Ini adalah ukuran kateter terbesar dan digunakan untuk pasien trauma dan resusitasi cairan cepat.
Alternatif untuk Vena Tangan
Jika vena tangan tidak cocok, lokasi lain akan dipertimbangkan. Vena lengan bawah, seperti vena sefalika dan basilika, merupakan alternatif yang umum. Dalam beberapa kasus, fossa antecubital (lengkungan siku) dapat digunakan, namun lokasi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan dapat membatasi pergerakan. Untuk terapi IV jangka panjang atau pemberian obat vesicant, kateter sentral yang dimasukkan secara perifer (jalur PICC) atau kateter vena sentral (CVC) dapat dipasang. Kateter ini dimasukkan ke pembuluh darah yang lebih besar di lengan atau dada dan memungkinkan pemberian obat langsung ke sirkulasi pusat.
Keputusan untuk memasang infus merupakan keputusan kolaboratif antara penyedia layanan kesehatan dan pasien. Meskipun tangan seringkali menjadi tempat yang nyaman dan mudah diakses, kebutuhan spesifik pasien dan jenis terapi yang diberikan pada akhirnya menentukan pendekatan terbaik. Pertimbangan yang cermat dalam pemilihan vena, teknik yang cermat, dan pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan terapi IV yang aman dan efektif.

